Langsung ke Topik Utama
Banner Iklan

Duh, Nikmat dan Sedapnya “Soto Sawah” Khas Yogyakarta

27 Mei 2012 oleh Redaksi   di:

Duh, Nikmat dan Sedapnya “Soto Sawah” Khas Yogyakarta

HIMPALAUNAS.COM, YOGYAKARTA – Yogyakarta terkenal dengan makanan enaknya. Di kota ini dikenal banyak soto yang sudah memiliki nama melegenda. Ambil contoh misalnya, Soto Kadipiro, Soto Tamansari, Soto Mlati, Soto Alun-alun Kidul, Soto Sulung Stasiun Tugu, dan lain-lain. Tidak ketinggalan pula Soto Sawah.

Beberapa waktu lalu HIMPALAUNAS.COM berkesempatan mencicipi nikmatnya soto Sawah yang terletak di Jalan Soragan atau tepatnya di Dusun Soragan, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasi ini dapat dijangkau melalui perempatan Tugu Yogyakarta ke arah barat (Jl. Godean). Setelah sampai di Mirota Godean (utara jalan) ambil arah jalan ke kiri (selatan).

Setelah melewati perlintasan jalan kereta api dalam jarak kurang lebih 100-an meter, tepatnya di kiri jalan, maka sampailah di lokasi Soto Sawah. Pada pinggir jalan depan warung soto tersebut terpampang baliho lumayan besar dengan tulisan Soto Sawah Bu Hj. Hadi S.

Soto Sawah sudah ada sejak tahun 1970-an. Waktu itu harga seporsi soto sekitar Rp 25,- (dua puluh lima rupiah). Kini harga seporsi soto adalah Rp 7.000,- . Jika ditambah sepotong paha ayam maka harus ditambahi ongkos Rp 7.500,-. Jika ditambah sepotong tahu baru tambah lagi Rp 1.000,-. Untuk tempe dan perkedel cukup RP 500,-. Harga segelas minuman antara Rp 2.000,--Rp 3.000,-.

Soto ini dikelola oleh Bu Hj. Hadi Sudarmo ini semula memang menempati sebuah lahan yang di kanan kirinya masih merupakan areal persawahan. Akan tetapi pada saat ini sawah-sawah tersebut telah disulap menjadi areal pemukiman. Bahkan tiap tahun kian menjadi padat. Alhasil Soto Sawah di kala itu kini tidak lagi berdiri di tengah sawah, namun berdiri di tengah areal pemukiman.

Rasa yang agak manis berpadu dengan rasa gurih kaldu ayam kampung demikian nikmat di lidah. Kenikmatan ini makin lengkap karena ditambah berbagai paduan bahan seperti suwiran daging ayam kampung, kecambah, dan seiris tomat merah.

Taburan bawang goreng di atas soto seperti menghentakkan aroma harum soto yang panas dan nyamleng. Nah, kenyamlengan ini akan semakin komplit lagi jika dalam menyantap soto, kita ditemani lauk tahu goreng, tempe goreng, perkedel, atau daging ayam goreng (paha, kepala, sayap, hati-ampela).

Kini dalam kesehariannya warung soto ini mampu menghabiskan 10 ekor ayam (itu kalau hari biasa). Jika hari libur 20 ekor ayam kampung bisa habis dalam sehari. Warung Soto Sawah bisa menjual rata-rata 300 porsi soto dalam seharinya. Jika hal itu dikalikan Rp 6.000,-, maka hasil kotornya sudah Rp 1. 800.000,-. Itu baru dari sisi sotonya saja. Belum dari sisi lauk dan minumannya.

Untuk menangani perjalanan usahanya, Bu Hj. Hadi Sudarmo selalu dibantu oleh karyawannya yang berjumlah 12 orang. Dari sekian karyawan itu ada di antaranya yang berdiri sebagai komandan lapangan seperti Ibu Mantoro (48) yang terhitung masih keponakan Ibu Hj. Hadi Sudarmo. Kecuali itu putri dari Ibu Hj. Hadi Sudarmo yang bernama Ibu Rita pun sering mengepalai penjualan soto dalam kesehariannya, bergantian dengan Ibu Mantoro.(kur)

Share this Sebarkan
Powered by Jaringmaya.Com