Langsung ke Topik Utama
Banner Iklan

UNAS BERGERAK : Peringatan Tragedi Unas 2008

24 Mei 2012 oleh Redaksi   di:

UNAS BERGERAK : Peringatan Tragedi Unas 2008

HIMPALAUNAS.COM, JAKARTA – Tragedi Unas 23 Mei 2008 menjadi sebuah sejarah dalam perjalanan perjuangan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) dalam menentang semua kebijakan pemimpin negara menaikkan harga BBM yang dirasa dapat merugikan masyarakat Indonesia. Dalam peristiwa tersebut para aparat Kepolisian menyerbu masuk ke dalam kampus Unas dan menghancurkan fasilitas-fasilitas kampus sampai akhirnya memakan korban jiwa mahasiswa.

Dalam berjalannya waktu persoalan-persoalan akibat tragedi tersebut sepertinya dilupakan oleh para petinggi Kampus. Namun setiap tahunnya mahasiswa Unas selalu memperingati tragedi tersebut dan menuntut kepada pihak Kampus atas kekerasan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada mahasiswa.

Kali ini pada tanggal 23 Mei 2012, mahasiswa Unas tergabung dalam “UNAS BERGERAK” yang terdiri dari berbagai elemen membuat aksi peringatan 4 tahun tragedi 23 Mei Unas. Dalam peringatan tersebut para mahasiswa menurunkan bendera setengah tiang di lapangan utama Universitas Nasional dan menabur bunga untuk Alm. Maftuh fauzi korban dari tragedi tersebut di bawah tiang bendera tersebut.

Acara yang berlangsung dari siang hari ini dilangsungkan dengan turun ke jalan tepatnya di pertigaan Jl. Pejaten dan Jl. Sawo manila untuk orasi menuntut Pelanggaran HAM atas tragedi tersebut. Dalam aksi tersebut Mahasiswa Unas menyanyikan berbagai lagu perjuangan mahasiswa serta mengheningkan cipta.

“Rencananya aksi ini akan kami lanjutkan Kamis (24/5) dengan turun ke Polres Jakarta Selatan dan Istana Negara,” tutur Rodek mahasiswa Fisip Unas kepada HIMPALAUNAS.COM di sela-sela aksi tersebut.

Rodek juga menambahkan untuk acara hari Kamis (24/5) masih kondisonal. “Kita lihat nanti dari antusias mahasiswa, kalau memang memungkinkan kita akan bergerak ke sana namun kalau tidak kita juga tidak akan memaksakan diri,” tambah Rodek.

Meskipun demikian, sangat disayangkan, peringatan yang seharusnya dapat menimbulkan rasa simpati dari masyarakat ini, menimbulkan kekecewaan dari berbagai warga akibat penutupan jalan yang membuat macet dan juga membakar ban di tengah jalan. (Pradana/dra)

Share this Sebarkan
Powered by Jaringmaya.Com