HIMPALAUNAS.COM, YOGYAKARTA - Menurut dosen Teknik Sipil UGM Yogyakarta, Prof. Dr. Ir Agus Taufik Mulyono MT, kesadaran untuk mengerti dan memahami standart minded dapat dilakukan dengan melibatkan kampus sebagai enter point untuk diteruskan kepada masyarakat.
"Kampus merupakan satu diantara sarana intelektual untuk berinteraksi dalam pergaulan intelek, maka standart minded bisa terus disosialisasikan atau diserukan kepada masyarakat oleh kalangan kampus, dan kampus sebagai enter pointnya," kata Agus di Yogyakarta, Selasa (6/3).
Agus menjelaskan, mahasiswa bersama dengan segenap dosen didalamnya harus berfungsi sebagai bagian yang terus menerus melakukan sosialisasi, tentang apa dan bagaimana kesadaran akan standart menjadi sesuatu yang penting bagi masyarakat.
Kesadaran itu dapat dimulai ditingkat mahasiswa, sehingga nanti ketika mereka akan terjun kedunia kerja ditengah-tengah masyarakat, para mahasiswa itu sudah memiliki kesadaran akan pentingnya standar dalam berbagai bidang masing-masing.
"Kalau sejak mahasiswa sudah diajarkan pentingnya selalu memiliki kesadaran akan standart kerja, maka ketika memasuki dunia kerja kesadaran pentingnya standar akan terus menjadi sesuatu yang penting dan tidak terpisahkan bagi mereka," katanya.
Senada dengan Agus, Kepala Penelitian Pusat Sosial Ekonomi Lingkungan Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Supardi menyatakan bahwa kampus sebagai kawasan intelektual memang sepatutnya menjadi enter point bagi standart minded.
"Mahasiswa semestinya memang memiliki kesadaran tentang standart minded sejak mereka masih duduk dibangku kuliah sehingga ketika mereka ada ditengah masyarakat dengan berbagai profesinya, terbiasa dengan menggunakan standar yang ada. Itu bagus, dan kampus memang bisa jadi enter point," ujarnya, Selasa (6/3).
Ia melanjutkan, sampai saat ini di kalangan mahasiswa kesadaran untuk memiliki standart minded memang masih belum tinggi. Apalagi di tengah masyarakat, oleh karena itu, sosialisasi akan pentingnya kesadaran penggunaan standar diberbagai bidang perlu dikembangkan. "Dan mahasiswa jadi bagian penting untuk ikut berperan," pungkas Supardi. (man)